Penyebab Berat Badan Naik Drastis Saat Karantina Covid-19

Penyebab Berat Badan Naik Drastis Saat Karantina Covid-19

Penyebab Berat Badan Naik Drastis Saat Karantina Covid-19 – Selama pandemi Covid-19, banyak dampak buruk yang kita rasakan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain permasalahan ekonomi, dampak lain yang sering dikeluhkan adalah kondisi kesehatan tubuh.

Hidup berdampingan dengan virus yang mematikan memang bukanlah sebuah perkara yang mudah. Untuk itu, kesehatan tubuh menjadi sebuah prioritas utama yang wajib untuk dijaga. Sebab jika tidak, bukan tidak mungkin virus ini akan merenggut nyawa kita.

Contoh masalah kesehatan yang sering dikeluhkan saat pandemi Covid-19 adalah kenaikan berat badan yang terjadi secara drastis. Hal ini sangat sering terjadi dan dialami oleh masyarakat. Khususnya bagi mereka yang sedang melakukan karantina.

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan coba membahas tentang permasalahan tersebut secara lebih detail. Bagi kalian yang merasakan hal serupa, maka ini adalah artikel yang tepat untuk kalian. Tanpa berlama-lama lagi, yuk kita simak pembahasannya.

Penyebab Berat Badan Naik Drastis Selama Karantina Covid-19

Di pertengahan tahun ini, angka persebaran Covid-19 terus saja meningkat. Hal ini membuat pemerintah harus mengeluarkan kebijakan PPKM untuk meredam angka persebaran virus tersebut. Namun, selama kita dipaksa untuk diam di rumah, permasalahan tidaklah bisa selesai di situ saja.

Selama masa karantina, timbul banyak permasalahan lain yang terjadi pada tubuh kita. Salah satunya adalah peningkatan berat badan yang terjadi secara drastis. Lalu apa sih penyebab hal ini dapat terjadi? Nah, berikut adalah penjelasannya:

Baca juga:

Penyebab Kenaikan Berat Badan & Solusi Efektif untuk Mengatasinya

Perubahan Hormon pada Tubuh

Penyebab berat badan naik drastis yang pertama adalah perubahan hormon yang terjadi pada tubuh. Ketika kadar hormon estrogen di dalam tubuh menurun, maka tubuh akan berpotensi untuk mengalami kenaikan berat badan.

Umumnya, bagian tubuh yang terkena dampak akibat kondisi ini adalah perut dan pinggul. Perubahan hormon ini juga bisa menyebabkan metabolisme tubuh menjadi lambat. Saat hal ini terjadi, maka tubuh akan rentan mengalami kenaikan berat badan secara drastis.

Perubahan hormon juga dapat terjadi karena beberapa kondisi medis tertentu. Misalnya seperti Hipotiroidisme, dan sindrom Cushing. Kondisi seperti ini dapat dialami oleh siapa saja, baik itu pria maupun wanita. Jadi kalian harus tetap berhati-hati, yaa!

Jam Istirahat yang Kurang

Kekurangan jam istirahat juga menjadi salah satu faktor penyebab berat badan naik drastis. Kondisi seperti umumnya terjadi saat kita kelelahan, atau mengalami penurunan kualitas tidur. Saat hal tersebut terjadi, maka produksi hormon Leptin pada tubuh akan mengalami peningkatan.

Hormon ini berperan sebagai penghasil rasa kenyang, serta mengatur nafsu makan. Apabila kadar hormon Leptin terlalu tinggi, maka tubuh akan mengalami gangguan dalam mengartikan rasa kenyang.  Jadi meskipun kalian baru selesai makan, tubuh seolah-olah akan terus merasa kelaparan. Hal inilah yang memicu tubuh mengalami kenaikan berat badan secara drastis.

Pengaruh Obat-obatan

Selain perubahan hormon dan jam istirahat yang kurang, penyebab lain dari kenaikan berat badan yang drastis adalah pengaruh obat-obatan. Hal ini umum terjadi saat kita sedang mengalami masa karantina. Saat sedang melakukan karantina, beberapa dari kalian mungkin sedang menjalani pengobatan medis tertentu. Menurut dokter, ada beberapa obat yang dapat memicu terjadinya kenaikan berat badan secara drastis. Contohnya seperti obat tekanan darah tinggi, obat diabetes, hingga obat depresi dan gangguan psikiatri.

Konsumsi Makanan yang Tidak Terkontrol

Penyebab berat badan naik drastis berikutnya adalah konsumsi makanan yang tidak terkontrol. Kondisi ini sebenarnya sangat umum untuk terjadi. Selama masa karantina atau PPKM, aktivitas luar ruangan pasti menjadi lebih terbatas. Hal inilah yang membuat kita lebih banyak mengonsumsi makanan daripada waktu biasanya.

Contoh makanan yang dapat membuat hal ini terjadi adalah makanan yang mengandung lemak jahat. Saat tubuh mengandung asupan lemak jahat terlalu banyak, maka tubuh akan kesulitan untuk mencerna makanan tersebut. Dampaknya, tubuh akan menjadi melar dan berat badan pun akan naik.

Kurang Aktivitas Gerak

Selama karantina dan PPKM, kita juga menjadi lebih pasif dalam bergerak. Sebab, segala aktivitas sangatlah dibatasi. Bahkan untuk melakukan olahraga di ruang publik saja tidak diperbolehkan. Nah, hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa tubuh mengalami kenaikan berat badan.

Ketika asupan kalori lebih banyak daripada yang dibakar, tubuh akan mengalami penimbunan lemak. Jika dibiarkan begitu saja, maka kenaikan berat badan akan terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Untuk itu, usahakan agar selalu rutin berolahraga walaupun kita sedang menjalani masa karantina ataupun PPKM.

Baca juga:

Solusi untuk Atasi Masalah Kenaikan Berat Badan yang Drastis

Berat badan ideal harus selalu dijaga agar tubuh tetap dalam kondisi yang optimal. Namun bagi sebagian orang, hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi jika sedang dalam masa karantina, atau berdiam di rumah aja.

Bagi kalian yang mengalami hal serupa, maka kalian tak perlu khawatir. Sebab masih ada beberapa solusi yang bisa kalian lakukan. Salah satu solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan perawatan kecantikan.

Lho, kok perawatan kecantikan? Eits, nanti dulu! Sebagai informasi, perawatan kecantikan tidak hanya hadir untuk mengatasi masalah kulit dan wajah. Namun, hal yang berkaitan dengan permasalahan lemak dan bentuk tubuh juga masuk dalam kategori ini.

Ada beberapa jenis perawatan yang dapat digunakan untuk mengatasi penyebab berat badan naik drastis, contohnya seperti:

Ultrasound Slimming

Ultrasound Slimming adalah sebuah perawatan yang bertujuan untuk menghancurkan lemak, dengan menggunakan alat berteknologi gelombang ultrasound. Perawatan ini dapat dilakukan pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, paha, perut, punggung, dan juga lengan atas. Bagi kalian yang mengalami kenaikan berat badan secara drastis, maka Ultasound Slimming adalah perawatan yang tepat untuk kalian coba.

Slimming Injection

Slimming Injection adalah sebuah perawatan yang bertujuan untuk mempercepat metabolisme lemak. Perawatan ini dilakukan dengan teknik injeksi (suntik). Slimming injection dapat diterapkan pada beberapa area tubuh, seperti paha, perut, pinggul, bokong, wajah, dan lengan. Perawatan ini sangat cocok sebagai solusi untuk mengatasi kenaikan berat badan yang berlebih.

Fat Freezing

Jenis perawatan untuk mengatasi penyebab berat badan naik drastis berikutnya adalah Fat Freezing. Perawatan ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang bernama Multi Polar Radio Frequency. Dengan teknologi tersebut, perawatan ini mampu membakar lemak membandel hingga kelapisan kulit yang paling dalam. Selain untuk mengatasi penumpukan lemak, perawatan ini juga sangat baik untuk proses pembentukan tubuh yang lebih ideal.

Body Slimming

Body Slimming adalah sebuah perawatan yang dilakukan dengan kombinasi tiga jenis tindakan, yaitu teknologi gelombang Ultrasound, Radio Frequency (RF) dan Slimming Injection. Dengan kombinasi dari ketiga perawatan tersebut, proses penghancuran lemak di dalam tubuh tentu akan jauh lebih efektif. Perawatan ini sangat cocok bagi kalian yang khawatir terhadap kenaikan berat badan secara drastis.

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi kenaikan berat badan secara drastis, ada baiknya kalian juga harus menerapkan gaya hidup sehat. Sebab, kesehatan tubuh adalah hal yang sangat mahal. Untuk itu, jagalah diri kalian sebaik mungkin agar kondisinya tetap optimal. Untuk konsultasi lebih lanjut seputar kecantikan tubuh, silahkan hubungi kami di nomor 0819 0500 0000.

About Ridwan

One thought on “Penyebab Berat Badan Naik Drastis Saat Karantina Covid-19”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *