Cara mengatasi kebotakan dini agar tidak terlalu parah

Cara Mengatasi Kebotakan Dini Agar Tidak Terlalu Parah

Cara Mengatasi Kebotakan Dini – Berbicara soal kebotakan pada laki-laki, biasanya akan langsung terbayang pada orang yang telah berusia 40-50 tahunan. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa kebotakan dini mulai banyak terjadi pada kalangan muda. Menurut studi yang dipublikasikan dalam laman South China Morning Post menunjukkan bahwa kebotakan dini mulai terjadi di usia 20-an.

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 4.000 mahasiswa di Universitas Tsinghua di Beijing, 60% responden mengungkapkan bahwa mereka kehilangan banyak rambut. Lalu 25% diantaranya tidak memerhatikan adanya kerontokan rambut, sampai diberitahu oleh teman atau keluarganya. Diperkirakan, generasi sekarang lebih banyak kehilangan rambut dari generasi-generasi sebelumnya.

Dengan data dan fakta tersebut, banyak orang yang merasa pesimis terhadap masalah rambut rontok dan kebotakan. Hal ini sangat wajar, mengingat masalah rambut tidaklah bisa dianggap sebagai hal yang sepele. Untuk terhindar dari masalah tersebut, setidaknya kalian harus mengetahui cara pencegahan, serta cara mengatasi kebotakan dini melalui beberapa metode.

Baca juga:

Penyebab Terjadinya Kebotakan di Usia Muda

Cara Mengatasi Kebotakan Dini di Usia Muda

Kebotakan dini dapat terjadi pada siapa saja. Namun umumnya, hal ini lebih sering terjadi pada pria. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kebotakan di usia muda:

1. Faktor Keturunan

Tak bisa dipungkiri bahwa faktor keturunan memegang peranan penting dalam mewariskan kebotakan dini. Biasanya, ini akan terjadi secara bertahap dan dalam pola yang dapat diprediksi. Dikutip dari laman Mayo Clinic, pada laki-laki garis rambut akan surut dan mengalami kebotakan, sementara perempuan akan mengalami penipisan rambut.

Gen kebotakan primer ada pada kromosan X, yang diwariskan ibu pada anak laki-lakinya. Meski reseptor androgen ada pada kromosom X, kebotakan pria tidak hanya diturunkan dari ibu, tetapi bisa dari dua sisi keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang memiliki ayah botak, maka anaknya akan cenderung mengalami hal yang sama. 

2. Stres yang Berlebih

Ada banyak dampak buruk stres bagi kesehatan. Salah satunya dapat menyebabkan kerontokan rambut yang parah. Stres yang signifikan mendorong sejumlah besar folikel rambut ke fase istirahat. Dalam beberapa waktu, rambut bisa tiba-tiba rontok bahkan ketika kita hanya menyisir atau mencuci rambut.

Stres juga bisa memicu kita untuk mencabut atau menarik rambut. Uniknya, hal ini bisa terjadi di luar kesadaran. Menarik rambut dapat menjadi cara untuk mengatasi perasaan negatif atau tidak nyaman, seperti stres, tegang, bosan, kesepian atau frustasi. 

Tak hanya itu, stres berat dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyerang folikel dan menyebabkan kerontokan rambut. Tak heran bila kebotakan bisa terjadi di usia muda. Jika kalian mengalami hal serupa, sebaiknya konsultasikan cara mengatasi kebotakan dini kepada dokter.

3. Kebiasaan Merokok

Selama ini kita tahu bahwa merokok buruk bagi kesehatan paru-paru dan jantung. Namun, ternyata masih banyak yang belum tahu, bahwa merokok juga dapat meningkatkan risiko kebotakan dini, lho! Dengan kebiasaan merokok, suplai darah ke kulit kepala dan rambut akan menjadi berkurang. Padahal, agar folikel rambut tetap sehat, mereka membutuhkan suplai darah yang cukup dan segar. Hal inilah yang membuat rambut rontok sulit untuk tumbuh kembali, dan menimbulkan kebotakan dini.

4. Asupan Gizi yang Kurang Tercukupi

Di era sekarang, kita lebih sering mengonsumsi fast food dibandingkan makanan yang sehat. Alhasil, kesehatan menjadi taruhannya. Rupanya, kebiasaan yang satu ini juga berkontribusi pada munculnya risiko kebotakan dini pada seseorang. Hal inilah yang membuat para pemuda banyak mencari tahu cara mengatasi kebotakan dini. 

Penting diingat, bahwa protein dan zat besi adalah komponen penting untuk kesehatan rambut. Begitu pula dengan magnesium, seng, dan kalsium. Kekurangan seng dapat menyebabkan rambut kering, rapuh, dan mudah patah. Apabila tak ditangani dengan serius, hal ini bisa berujung pada kebotakan di usia muda. 

Selain faktor-faktor di atas, beberapa gangguan medis juga dapat menimbulkan risiko terjadinya kebotakan dini. Contohnya seperti penyakit tiroid, lupus, diabetes, anemia, defisiensi zat besi, hingga gangguan makan bisa memicu kerontokan rambut.  Apabila tidak ditangani dengan benar, maka hal ini akan menjadi fatal dan memicu terjadinya kebotakan dini.

Baca juga:

Cara Mengatasi Kebotakan Dini pada Pria

Kebotakan dini saat usia muda

Pada dasarnya, orang yang kehilangan rambut sekitar 50-100 helai tiap harinya, masih bisa dikatakan normal. Namun, bagi mereka yang mengalami kerontokan dengan jumlah lebih banyak dari angka tersebut, maka dipastikan bahwa risiko kebotakan akan muncul. Lalu bagaimana cara mengatasi kebotakan dini pada pria?

Nah, berikut adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi kebotakan dini pada pria:

  1. Bersikap lembuat terhadap rambut. Gunakan detangler untuk mengatasi rambut kusut, dan hindari menyisir rambut secara kasar. Terutama pada saat rambut dalam keadaan basah.
  2. Hindari perawatan yang kasar, seperti menggunakan hot roller, curling iron, atau hot-oil treatment. Proses meluruskan rambut dan terlalu sering menggunakan pengering rambut juga tidaklah disarankan. 
  3. Berhenti merokok menjadi salah satu cara mencegah kebotakan dini yang cukup efektif. Dengan berhenti merokok, suplai darah akan menjadi lancar, sehingga folikel rambut pun menjadi lebih sehat.
  4. Konsultasikan kepada dokter seputar obat atau suplemen yang sedang kamu konsumsi. Bisa jadi, obat atau suplemen yang sedang dikonsumsi, merupakan penyebab dari terjadinya kerontokan pada rambutmu.
  5. Cara mengatasi kebotakan dini bisa juga dilakukan dengan melindungi rambut dari sinar matahari. Biasanyak untuk menggunakan penutup kepala, ataupun payung pada saat cuaca sedang terik.
  6. Apabila kamu sedang menjalani kemoterapi, tanyakan pada dokter mengenai cooling cap atau topi pendingin. Sebab, topi ini dapat mengurangi risiko kerontokan selama kemoterapi berlangsung. 
  7. Kelola stres menjadi salah satu cara mencegah kerontokan rambut yang sangat efektif. Dengan mengelola stres dengan baik, hormon dalam tubuh akan tetap sehat dan stabil, sehingga meminimalisir terjadinya kebotakan rambut.
  8. Penuhi nutrisi rambut dengan mengonsumsi makanan kaya protein, asam lemak omega-3, vitamin B12, vitamin B6, vitamin D, dan zat besi. Dengan kandungan-kandungan tersebut, rambut akan menjadi lebih subur dan sehat.
  9. Transplantasi rambut menjadi cara yang paling efektif untuk mengatasi kebotakan. Namun biasanya, metode ini dilakukan ketika kebotakan terjadi pada area yang sudah terlalu luas. Dengan prosedur ini, dokter akan melakukan pembedahan untuk mengambil area kulit yang memiliki rambut, dan menanamkannya ke area yang mengalami kebotakan.

Baca juga:

Rekomendasi Perawatan untuk Menebalkan dan Menyuburkan Rambut

Untuk meminimalisir terjadinya kebotakan dini, tentu kita harus memiliki rambut yang subur dan sehat. Namun, sering kali upaya untuk mendapat rambut yang sehat, subur, dan tebal sangatlah sulit. Untuk itu, dibutuhkan metode yang efektif, agar hasil yang didapat bisa optimal. Berikut adalah beberapa rekomendasi perawatan, yang dapat digunakan untuk menebalkan dan menyuburkan rambut:

Hair PRP

Cara mengatasi kebotakan dini yang pertama adalah dengan perawatan Hair PRP. Bagi yang belum tahu, Hair PRP adalah sebuah perawatan yang bertujuan untuk mempertebal diameter dan merangsang pertumbuhan rambut. Selain itu, perawatan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi kerontokan pada rambut. Dalam tindakan prosedurnya, perawatan ini menggunakan serum Platelet Rich Plasma (PRP) yang kaya akan Growth Factor. Serum PRP yang digunakan, merupakan hasil ekstraksi dari darah pasien sendiri. Saat prosedur dilakukan, serum PRP akan dioleskan ke kulit kepala, dan dibantu dengan alat Microneedling untuk memaksimalkan proses peresapan. Dalam prosedurnya, Hair PRP memakan waktu kurang lebih 60 menit.

Hair Growth Treatment

Hair Growth Treatment adalah perawatan dengan menggunakan growth factor khusus, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan rambut baru dan memperkuat akar rambut. Dalam tindakan prosedurnya, perawatan ini menggunakan alat Hair Stamp yang akan diterapkan pada area kulit kepala. Dalam satu kali sesi perawatan, Hair Growth Treatment membutuhkan waktu sekitar 60 menit.

Hair Laser PDT

Hair Laser PDT adalah perawatan rambut yang menggunakan terapi cahaya merah, dengan panjang gelombang 640 nm. Perawatan ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan rambut baru, serta memperkuat akar rambut. Terapi cahaya merah ini juga dikenal dengan nama Photo Dynamic Therapy. Dalam upaya merangsang pertumbuhan rambut baru, perawatan ini bekerja dengan cara meningkatkan darah pada area kulit kepala.

Bagi kalian yang ingin mengetahui cara mengatasi kebotakan dini lebih lengkap, kalian bisa coba untuk konsultasi dengan dokter di klinik kecantikan. Ada beberapa jenis perawatan yang berguna untuk merangsang pertumbuhan rambut, serta membuatnya lebih tebal. Untuk berkonsultasi lebih lanjut, silahkan hubungi Beautylogica Clinic di nomor 0819 0500 0000.

About Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.