Breast Augmentation: Pengertian, Prosedur, dan Biaya yang Dibutuhkan

Breast Augmentation

Breast AugmentationPayudara adalah salah satu bagian tubuh yang sangat berperan penting bagi wanita, khususnya untuk penampilan. Dengan bentuk dan ukuran payudara yang ideal, seorang wanita pasti akan tampil dengan lebih percaya diri.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada lebih dari 2000 orang, ditemukan bahwa 60% pria dan 54% wanita, lebih tertarik pada ukuran payudara rata-rata. Artinya, ukuran dan bentuk payudara yang menarik, yaitu sesuai dengan berat badan tubuh si pemiliknya.

Oleh sebab itu, ketika payudara seorang wanita dirasa kurang ideal, rata-rata dari mereka akan merasa kurang percaya diri. Hal ini sangat wajar, pasalnya, ketika ukuran payudara yang dimiliki tidaklah ideal, maka bentuk tubuh tidak akan bisa tampil dengan sempurna.

Kurangnya rasa percaya diri terhadap ukuran payudara sangat sering dirasakan oleh wanita. Bahkan dalam beberapa kasus, ukuran payudara yang kurang ideal sering dijadikan sebagai beban mental bagi pemiliknya. Oleh karena itu, tidak jarang orang melakukan berbagai upaya untuk merubah ukuran payudaranya.

Dengan pesatnya kemajuan ilmu medis, upaya untuk memperbesar ukuran payudara sangat mungkin untuk dilakukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan prosedur Breast Augmentation.

Baca juga: Ciri-ciri Payudara Kendur, dan Treatment untuk Mengatasinya

Pengertian Breast Augmentation

Breast Augmentation adalah sebuah prosedur bedah plastik yang bertujuan untuk memperbesar ukuran payudara. Dalam tindakan prosedurnya, operasi memperbesar payudara ini dilakukan dengan menggunakan implan.

Breast Augmentation IndonesiaBagi seorang wanita, prosedur bedah plastik adalah sebuah cara untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka, khususnya terhadap ukuran payudara. Tindakan operasi ini pun tidak bisa dilakukan oleh sembarang dokter. Artinya, jika kamu ingin melakukan bedah estetik ini, kamu harus melakukan konsultasi dan tindakan ke Dokter Spesialis Bedah Plastik.

Prosedur Breast Augmentation

Berikut adalah gambaran umum dari prosedur Breast Augmentation:

  1. Pemberian Anestesi

Tindakan pertama dalam menjalani operasi memperbesar payudara adalah dengan memberikan anestesi. Proses pemberian anestesi bertujuan untuk meminimalisir rasa nyeri, serta membuat pasien tetap nyaman ketika prosedur sedang dilakukan.

Pemberian anestesi pun tersedia dalam berbagai pilihan, contohnya seperti sedasi intravena, ataupun anestesi umum. Dengan melakukan konsultasi sebelum tindakan, dokter akan merekomendasikan pilihan terbaik untuk pasien.

Baca juga: Cara Mengencangkan Payudara yang Kendur dengan Efektif, ini Rahasianya!

  1. Proses Insisi (Penyayatan)

Proses selanjutnya adalah insisi atau penyayatan. Tindakan insisi dilakukan pada area yang tidak mencolok. Tujuannya adalah agar meminimalisir bekas luka terlihat. Biasanya, pemilihan area insisi akan ditentukan dan direkomendasikan oleh dokter ketika proses konsultasi berlangsung.

Dalam prosedur Breast Augmentation, area insisi umumnya terbagi menjadi tiga jenis. Area tersebut adalah Periareolar Incision, Inframammary Inscison, dan Transaxillary Incision.

Pemilihan area insisi tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan, seperti jenis implan, ukuran implan, dan anatomi tertentu. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar di bawah ini:

Area Insisi Breast Augmentation

  1. Pemasangan Implan

Setelah proses insisi dilakukan, tindakan selanjutnya adalah pemasangan implan payudara. Dalam dunia medis, area penempatan implan dikenal dengan istilah Submucular (di bawah otot dada) dan Subglandular (di belakang jaringan payudara, di atas otot dada).

Sama seperti pemilihan area insisi, lokasi pemasangan implan saat prosedur Breast Augmentation juga dipilih berdasarkan beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain adalah jenis implan yang digunakan, ukuran implan, bentuk tubuh pasien, serta rekomendasi dari Dokter Bedah Plastik itu sendiri.

  1. Proses Penutupan Area Insisi

Ketika implan telah dimasukkan, maka proses selanjutnya adalah penutupan area insisi. Dalam proses ini, tindakan yang dilakukan adalah dengan penjahitan. Proses penutupan area insisi sangat penting dan membutuhkan keahlian khusus dari dokter terkait. Pasalnya, penjahitan yang tidak dilakukan dengan benar, akan meninggalkan bekas luka yang mungkin saja akan terlihat jelas.

Proses penjahitan juga sangat berperan penting dalam memudarkan garis sayatan. Untuk mendapatkan hasil tindakan yang berkualitas, sangat diperlukan dokter yang berpengalaman. Kualitas bekas luka pun tergantung dari beberapa hal, misalnya seperti genetika, infeksi, ataupun paparan terhadap nikotin.

Jenis-jenis Implan Payudara

Dalam proses operasi pembesaran payudara, ada dua jenis implan yang biasanya digunakan, yaitu:

  • Implan Saline    : Implan ini menggunakan kantung silikon berisikan air garam steril.
  • Implan Silikon : Implan yang berisi gel plastik kental menggunakan kantung silikon.

Pemilihan jenis implan sangat penting untuk memperoleh hasil yang maksimal, serta demi keamanan tubuh si pasien. Untuk itu, konsultasikan pemilihan jenis implan dengan dokter secara lebih mendalam. Dengan berkonsultasi secara jelas, dokter akan memberikan rekomendasi paling tepat agar kenyamanan dan keamanan pasien tetap terjaga.

Risiko Breast Augmentation

Setiap tindakan medis, khususnya bedah, pasti memiliki risiko dan efek samping yang berkemungkinan untuk muncul. Hal ini pun berlaku bagi prosedur Breast Augmentation. Berikut adalah beberapa kemungkinan risiko yang dapat muncul akibat prosedur bedah ini:

  • Muncul luka jaringan parut
  • Timbul rasa nyeri pada area tindakan
  • Infeksi
  • Kebocoran atau pecahnya implan
  • Perubahan sensasi pada puting

Beberapa risiko yang telah disebutkan di atas mungkin saja dapat terjadi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi pasien untuk selektif dalam memilih dokter, serta klinik kecantikan untuk melakukan tindakan.

Baca juga: Cara Memperbesar Payudara dengan Metode Medis yang Benar

Hal-hal yang Harus Diketahui Terkait Operasi Memperbesar Payudara

Sebelum kamu melakukan tindakan Breast Augmentation, ada beberapa hal yang harus kamu ketahui, seperti:

  • Implan Payudara Permanen

Perlu kamu ketahui, implan payudara yang digunakan dalam prosedur Breast Augmentation bersifat permanen. Namun seiring usia bertambah, kulit pasti akan meregang. Hal ini dapat membuat bentuk payudara tidak lagi sempurna seperti awal melakukan prosedur operasi. Untuk itu, kamu perlu menyesuaikan ukuran implan agar bentuk payudara tetaplah ideal.

  • Usia Minimal untuk Operasi Memperbesar Payudara

Untuk menjalani prosedur Breast Augmentation, usia minimal juga menjadi sebuah hal yang harus diperhatikan. Pasalnya, hal ini berkaitan dengan masa tumbuh kembang dari payudara itu sendiri. Umumnya, minimal usia yang diperbolehkan untuk melakukan prosedur ini adalah 18 tahun untuk implan saline, dan 22 tahun untuk implan silikon.

  • Waktu yang Dibutuhkan dalam Prosedur

Setiap dokter pasti memiliki kriteria khusus dalam menjalankan prosedur bedah yang dilakukan. Namun pada umumnya, untuk menjalani prosedur Breast Augmentation, waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 90-120 menit. Jadi, pasien yang menjalani operasi plastik ini, kemungkinan bisa langsung pulang pada hari itu juga.

  • Tidak Disarankan untuk Wanita yang Berencana Hamil atau Sedang Menyusui

Bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya tunda terlebih dahulu untuk melakukan Breast Augmentation. Pasalnya, walaupun tidak merubah kualitas implan, namun ukuran payudara saat mengandung akan mengalami perubahan.

Hal ini nanti dianggap akan mempengaruhi dalam proses menyususi bagi si calon ibu. Walaupun 90% orang yang melakukan Breast Augmentation masih dapat menyusui, namun ada orang yang beranggapan bahwa prosedur ini dapat mengganggu produksi ASI.

Biaya yang Dibutuhkan untuk Prosedur Breast Augmentation

Prosedur dari Breast Augmentation merupakan tindakan yang butuh keahlian dan kompetensi khusus. Untuk itu, biaya yang dibutuhkan pun terkenal cukup mahal.

Besaran biaya yang dibutuhkan dapat dilihat dari beberapa faktor, seperti lokasi praktik, dokter yang menangani, serta jenis implan yang digunakan. Pada umumnya, Breast Augmentation yang dilakukan dengan implan, membutuhkan biaya sekitar 65 jt rupiah.

About Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *