Apakah tulang hidung bisa berubah

Apakah Tulang Hidung Bisa Berubah? Temukan Jawabannya di Sini!

Apakah Tulang Hidung Bisa Berubah? – Setiap orang pasti ingin memiliki bentuk hidung yang ideal. Sebab, hidung merupakan salah satu fitur wajah yang sangat mempengaruhi penampilan. Dengan bentuk dan ukuran hidung yang ideal, tentu wajah akan menjadi lebih cantik.

Hidung yang ideal ialah ketika bentuk dan ukurannya sesuai dengan bentuk wajah. Saat tulang hidung memiliki ukuran yang pas, tentu hidung akan lebih enak untuk dipandang. Namun pada sebagian orang, ada yang mengeluhkan tentang bentuk dan ukuran hidung yang dimilikinya.

Pada dasarnya, pertumbuhan bentuk dan ukuran hidung setiap orang tidak bisa disamaratakan. Pasalnya, hal ini berkaitan langsung dengan genetik, atau faktor keturunan. Lalu, apakah tulang hidung bisa berubah? Nah, untuk menemukan jawabannya, mari simak artikel ini hingga selesai.

Sekilas Informasi Seputar Tulang Hidung

Perlu kamu ketahui, hidung terbentuk dari tulang rawan, otot, jaringan lemak, dan kulit. Tulang rawan sendiri, hadir seperti jaringan ikat. Hal tersebut membuatnya jadi lebih lentur dibandingkan tulang pada umumnya.

Pada saat masih bayi, tulang hidung sangat rentan mengalami perubahan. Apa lagi jika tulang hidung sang bayi sering mengalami tekanan. Misalnya pada saat sedang menyusu, tengkurap, dll. Saat bayi sering mendapat tekanan pada tulang hidungnya, maka hidung akan rentan mengalami perubahan menjadi lebih lebar.

Jika pada bayi tulang hidung rawan mengalami perubahan, berbeda halnya dengan orang dewasa. Jadi apabila kamu ingin memiliki bayi dengan hidung yang ideal, kamu bisa melakukan pijatan khusus pada bayi tersebut.

Baca juga:

Lalu, Apakah Tulang Hidung Bisa Berubah?

apakah tulang hidung dapat berubah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tulang hidung sebenarnya dapat mengalami perubahan. Namun, perubahan yang secara natural umumnya hanya terjadi pada seseorang pada saat masih bayi. Pada saat dewasa, umumnya tulang hidung tidak lagi dapat berubah.

Pertumbuhan tulang hidung, biasanya akan berhenti ketika seseorang memasuki usia remaja. Pada perempuan, perubahan atau pertumbuhan tulang hidung biasanya bisa terjadi hingga usia 16-17 tahun. Lalu untuk pria, usia maksimalnya ialah sekitar 18-19 tahun.

Lalu bagaimana untuk kasus orang dewasa? Apakah tulang hidung masih bisa berubah? Jawabannya masih, namun dengan melakukan tindakan operasi. Biasanya, hal ini dilakukan untuk kebutuhan estetika. Artinya tindakan yang dilakukan adalah untuk alasan memperbaiki penampilan diri.

Jenis Operasi Untuk Merubah Tulang Hidung

Merubah bentuk dan ukuran tulang hidung, hanya bisa dilakukan dengan tindakan bedah plastik. Dengan tindakan bedah, dokter dapat merekonstruksi tulang hidung sedemikian rupa agar bentuknya sesuai dengan keinginan pasien. Hal ini adalah sebuah jawaban dari apakah tulang hidung bisa berubah untuk orang dewasa.

Jenis operasi untuk merubah tulang hidung dikenal dengan nama Rhinoplasty.  Pada dasarnya, operasi ini bertujuan untuk memancungkan tulang hidung. Dalam tindakan prosedurnya, Rhinoplasty dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunaka implan dan menggunakan tulang rawan.

Dengan kemajuan ilmu medis dan teknologi, tulang hidung yang dianggap pesek kini dapat dibuat menjadi lebih mancung. Namun, operasi ini tidaklah bisa dilakukan dengan sembarangan. Untuk melakukannya, kamu harus pergi ke tempat yang memiliki dokter spesialis bedah plastik.

Bagaimana Prosedur Merubah Tulang Hidung dengan Rhinoplasty?

Prosedur Rhinoplasty hanya dapat ditangani langsung oleh dokter spesialis bedah plastik. Pada dasarnya, Rhinoplasty bukanlah sebuah operasi yang berat. Sebab, pasien tidak membutuhkan rawat inap setelah prosedur dilakukan. Jadi jika kalian bertanya apakah tulang hidung bisa berubah? Jawabannya bisa, bahkan untuk orang dewasa sekalipun. Namun dengan sebuah tindakan yang bernama Rhinoplasty.

Jenis operasi ini memiliki beberapa tahapan dalam tindakan prosedurnya, yaitu:

Baca juga:

Konsultasi

Tahap pertama ialah konsultasi kepada dokter terkait. Pada tahap ini, dokter akan melakukan pengecekan fisik pada hidung pasien. Selain itu, dokter dan pasien juga akan berdiskusi seputar ekspektasi, tindakan prosedur, dan hal lain terkait operasi ini.

Anestesi

Setelah konsultasi selesai, maka tindakan prosedur yang pertama ialah anestesi. Proses ini dapat dilakukan dengan bius total maupun lokal. Dengan anestesi, pasien akan tetap merasa nyaman walaupun tindakan bedah sedang dilakukan.

Insisi

Setelah efek anestesi mulai bekerja, maka dokter akan melanjutkan ke proses insisi. Ada beragam teknik dalam tahap ini. Untuk itu, dokter membutuhkan pengecekan fisik lebih lanjut pada hidung pasien. Dengan begitu, dokter dapat mengetahui jenis insisi yang tepat, sesuai dengan bentuk dan kebutuhan hidung pasien. Dengan begitu, apakah tulang hidung bisa berubah dapat terjawab dengan sempurna.

Rekonstruksi

Setelah area tindakan diinsisi, maka proses selanjutnya ialah rekonstruksi. Pada tahap ini, dokter akan memasangkan implan atau tulang rawan pada area tulang hidung. Dengan begitu, pasien bisa mendapatkan bentuk hidung yang sesuai dengan keinginan mereka.

Menutup area insisi

Setelah pemasangan implan selesai, dokter akan menutup kembali area insisi yang sebelumnya telah dibuat. Dalam tahap ini, metode yang dilakukan adalah dengan teknik penjahitan. Tahap ini menjadi salah satu penentu kualitas hasil operasi yang dilakukan oleh dokter. Sebab apabila jahitan tidak rapi, bukan tidak mungkin luka insisi akan terbuka kembali.

Apakah Ada Risiko dari Operasi Merubah Tulang Hidung?

Setiap tindakan medis tentu punya risiko dan efek sampingnya masing-masing. Apa lagi jika tindakan yang dilakukan adalah operasi. Pada Rhinoplasty, ada beberapa risiko yang mungkin saja muncul pada pasien. Misalnya seperti rasa nyeri, pembengkakan, pendarahan, dan pergeseran implan.

Beberapa risiko tersebut dapat dialami oleh siapa saja. Namun, kamu tak perlu khawatir secara berlebihan. Sebab, risiko tersebut merupakan reaksi alami dari tubuh (kecuali pergeseran implan). Lagi pula, risiko tersebut juga dapat diminimalisir dengan tindakan yang tepat.

Agar risiko tersebut tidak muncul dan kamu alami, kamu wajib mengikuti setiap anjuran yang diberikan oleh dokter. Misalnya seperti hindari konsumsi obat pengencer darah, hindari sentuhan pada area tindakan, dan cukupi waktu istirahat pasca prosedur dilakukan.

Apabila risiko yang dialami sudah tergolong parah, biasanya pasien akan disarankan untuk melakukan pengecekan ulang kepada dokter terkait. Setelah itu, dokter mungkin akan memberikan beberapa jenis obat sebagai peringan rasa nyeri.

Bagi kamu yang ingin melakukan konsultasi, kamu bisa menghubungi Beautylogica Clinic. Di sini, kami punya dokter spesialis bedah plastik yang telah ahli, dan selalu profesional dalam menangani pasien. Dengan begitu, tindakan prosedur tentu akan lebih aman, dan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Untuk konsultasi, silahkan hubungi kami di nomor 0819 0500 0000.

About Ridwan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *